Menembus Lumpur Masamba Tiga Malam (Catatan Jurnalis LiterasiToday)

Literasitoday.Com, Masamba – Dari atas sebuah truk kami menapaki jalan menuju Masamba. Jumat sore (24/7/2020) dengan cuaca yang sedikit mendung berikut gerimis.

Akses yang biasanya dilalui hanya sekitar 30 menit menjadi empat kali lipat lebih lama. Pun harus menggunakan kendaraan yang memadai untuk menanjak di jalan yang licin bekas arus air banjir. Namun tak menyurutkan kami, tim relawan dari Desa Bontoharu Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba untuk terus melanjutkan perjalanan.

Kami mengangkut amanah berupa logistik dari warga Desa Bontoharu. Kami pun tiba. Beberapa rumah hanyut tak bersisa di Desa Maipi.

“Lebih dari 20 rumah yang terbawa banjir bandang. Untungnya kami bisa menyelamatkan diri dan lari ke tempat yang lebih tinggi.” Tutur salah seorang korban dengan semburat wajah sedih. Ada nada getir dalam suaranya.

Ibu-ibu sangat senang mendapatkan bantuan yang diperlukan terutama peralatan dapur. Walau tak membayar duka kehilangan dan rasa trauma. Senyumannya membayar perjalanan para penyalur donasi.

Kami pulang dalam guyuran hujan setelah menyisir beberapa desa. Dua pekan berlalu bencana yang menimpa Masamba, sungguh kondisinya masih sangat memerlukan perhatian. Rasanya kami tidak ingin pulang sesegera ini.

Fasilitas umum, bahkan Rumah Jabatan Bupati Masamba masih terendam lumpur. Tanahnya mulai mengeras. Bandara pun sementara masih dalam tahap pemulihan. Di berbagai penjuru endapan lumpur terlihat menutupi rumah-rumah warga hingga ke atap. Tak terkira jumlahnya.

Para warga yang masih sempat menyelamatkan diri harus berkumpul di tempat pengungsian yang wilayahnya lebih tinggi. Relawan dari segala penjuru terus berdatangan.

Banyaknya relawan peduli Masamba yang juga terus mengalir, tentu adalah sebuah kesyukuran besar. Namun logistik yang banyak itu menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya penumpukan logistik di satu titik. Rombongan relawan dari Desa Bontoharu berinisiatif melakukan survei terlebih dahulu. Tujuannya agar penyaluran dapat disalurkan secara efektif.

Sabtu pagi (25/7/2020) relawan Desa Bontoharu terbagi menjadi beberapa tim. Didampingi oleh Baharuddin, S.Pd., Kepala Desa Bontoharu dan salah seorang kaur, Nila Lestari, S.Pdi. Tim-tim relawan dipelopori beberapa pemuda di antaranya yang akrab disapa Iin, Jabal, Akbar, Harlina dan beberapa kawan-kawannya.

Berdasarkan hasil survei, Nila menggandeng rekannya menuju pengungsian Desa Radda dan Meli. Tim yang lainnya menyisir Desa Kapidi dan Desa Masamba. Sedangkan Bapak kepala Desa mengunjungi beberapa korban yang mengungsi di rumah warga.

Akhirnya penyaluran bantuan bisa kami rampungkan. Kami rombongan relawan warga Desa Bontoharu segera bergegas pulang. Hujan menyapa tubuh kami. Kendaraan kami kembali merambati jalanan licin dan berlumpur.

Barangkali kami akan tiba di Kabupaten Bulukumba sekitar waktu dhuhur. Letih, itu sudah pasti. Namun kami punya banyak ingatan dan cerita yang tertinggal di Masamba. Senyum mereka di balik duka, dan semuanya. Semoga mereka bisa segera pulih dan bangkit.(*)

Penulis: Nurfathana S.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply